BeritaNasional

Forkopimda Sulut Gelar Dialog Bersama Warga, Kapolda Tegaskan Keributan di Mitra Adalah Kriminal Murni

55
×

Forkopimda Sulut Gelar Dialog Bersama Warga, Kapolda Tegaskan Keributan di Mitra Adalah Kriminal Murni

Sebarkan artikel ini

suaraintelijen.com.Mitra-Sulut,Forkopimda Sulawesi Utara menggelar pertemuan dan dialog bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Kecamatan Belang, Minahasa Tenggara, Senin (1/12/2025) siang, bertempat di Aula GMIM Silo Watuliney. Kegiatan ini digelar untuk menjaga situasi tetap kondusif pasca perkelahian kelompok antar dua desa yang terjadi pada Minggu (30/11/2025) dini hari.

 

Wakil Gubernur Sulut, J. Victor Mailangkay yang hadir mewakili Gubernur, mengajak seluruh masyarakat menghadapi persoalan dengan mengedepankan nilai kasih dan sikap saling menghargai.

 

“Segala persoalan harus disikapi dengan kasih kepada Tuhan dan sesama,” ujarnya di hadapan peserta dialog.

Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie dalam kesempatan tersebut mengajak masyarakat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk bersatu, sekaligus menekankan pentingnya rekonsiliasi dan reintegrasi pascakejadian.

 

“Rekonsiliasi berarti kita mau mendengar masukan dan meluruskan informasi yang keliru. Reintegrasi adalah menyatukan kembali kekuatan yang sempat terpecah untuk tujuan kebersamaan,” jelas Kapolda.

 

Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Nono Julianto yang mewakili Pangdam juga mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan.

 

Sejumlah tokoh agama dan masyarakat turut menyampaikan pandangan.

• Pdt. Maxi Lempas mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi.

• Pdt. Femmy Tiwow meminta penegakan hukum tegas terhadap pihak yang terlibat.

• Deyske Sangia menjelaskan bahwa FKUB sudah melakukan sosialisasi moderasi beragama sebelumnya.

• Irpan Idris menyoroti pengaruh miras, lem, dan senjata tajam yang kerap memicu gangguan kamtibmas.

• James Sumendap menyebut kejadian tersebut merupakan kenakalan remaja.

 

Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Kapolda Sulut menegaskan bahwa insiden 30 November 2025 merupakan kriminal murni dan tidak terkait isu SARA.

 

“Kesimpulannya, kejadian ini adalah kriminal murni, tidak ada unsur SARA. Semua pelaku akan ditindak tegas sesuai hukum,” tegasnya.

 

Kapolda juga meminta masyarakat aktif melaporkan keberadaan peredaran miras, lem, dan obat keras di lingkungan mereka. Ia memerintahkan Kapolres Minahasa Tenggara untuk segera melakukan sidak di lokasi-lokasi yang dicurigai. Kapolda menambahkan bahwa Polda Sulut telah mengerahkan Patroli PANTERA untuk memperkuat pengamanan.

 

Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Sulut dan Pejabat Utama Polda, Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Dandim 1302/Minahasa, Kapolres dan jajaran, Ketua Sinode GMIM, Panglima Panji Yosua, pejabat pemerintah daerah, Kementerian Agama, para camat, hukum tua, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

 

Dialog tersebut menjadi langkah penting membangun kembali rasa aman serta memperkuat solidaritas masyarakat di Minahasa Tenggara.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *