BeritaHukum & KriminalNasional

Buronan Narkotika Internasional Dewi Astutik Ditangkap Lewat Operasi Senyap RI–Kamboja

71
×

Buronan Narkotika Internasional Dewi Astutik Ditangkap Lewat Operasi Senyap RI–Kamboja

Sebarkan artikel ini

suaraintelijen.com.Jakarta,Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Kepolisian Nasional Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, serta Bea dan Cukai berhasil mengamankan buronan internasional Dewi Astutik alias Mami di Sihanoukville, Kamboja, Senin (1/12/2025). Dewi diketahui sebagai aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025, serta terlibat sejumlah kasus besar pada 2024 yang berkaitan dengan jaringan Golden Crescent.

 

Penangkapan dilakukan melalui operasi senyap lintas negara yang dipimpin Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan. Operasi ini merupakan tindak lanjut instruksi Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, yang sebulan sebelumnya memerintahkan pembentukan tim khusus untuk memburu Dewi yang telah lama menjadi target prioritas internasional.

Operasi ini mendapat dukungan penting dari Atase Pertahanan RI di Kamboja dan BAIS TNI di bawah kepemimpinan Yudi Abrimantyo, yang berperan dalam analisis pergerakan lintas negara serta koordinasi regional. Di sisi diplomasi, Duta Besar RI untuk Kamboja, Dr. Santo Darmosumarto, bersama jajaran KBRI Phnom Penh memfasilitasi proses pemenuhan legalitas dan mekanisme pemindahan tersangka.

 

Kerja sama erat juga dijalin dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja, Chuon Narin, dan jajarannya yang membantu proses penangkapan di lapangan. Dewi Astutik — yang juga menjadi buronan Korea Selatan — ditangkap saat menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville. Operasi berlangsung cepat, presisi, dan tidak mengganggu aktivitas publik. Setelah diamankan, Dewi dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas serta serah terima antarotoritas.

 

Kepala BNN RI mengapresiasi keberhasilan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini, dan menegaskan komitmen BNN untuk terus mengejar pelaku kejahatan narkotika hingga ke luar negeri.

 

“Keberhasilan ini menegaskan komitmen BNN RI dalam mengejar pelaku kejahatan narkotika hingga ke luar negeri, melalui sinergitas yang kuat antar lembaga negara maupun kepolisian negara sahabat,” ujarnya.

 

Setibanya di Indonesia, Dewi Astutik akan menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap alur pendanaan, logistik, serta pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika internasional. Jaringan ini diketahui beroperasi luas dalam pengiriman narkotika jenis kokain, sabu, dan ketamin ke Asia Timur dan Asia Tenggara.

 

BNN menegaskan bahwa upaya pemberantasan tidak berhenti pada penangkapan satu pemimpin jaringan. Langkah berikutnya adalah membongkar seluruh struktur operasi yang selama ini berjalan secara masif, terorganisir, dan lintas negara.

 

Red

Sumber: Humas BNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *