DaerahKementerian Agama RI

Hari Santri 2025, Kemenag Bitung Tekankan Peran Santri Mengawal Peradaban Bangsa

107
×

Hari Santri 2025, Kemenag Bitung Tekankan Peran Santri Mengawal Peradaban Bangsa

Sebarkan artikel ini

suaraintelijen.com.Bitung,Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bitung, H. Yahya Wahidin Pasiak, menekankan pentingnya peran santri dalam mengawal Indonesia menuju peradaban dunia pada kegiatan Malam Taushiyah dan Doa dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional 2025 Provinsi Sulawesi Utara. Acara digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Dua Sudara Bitung, Selasa (21/10/2025).

 

Mengusung tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, H. Yahya mengajak santri merenungkan sejarah perjuangan kaum santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan bangsa. Ia menekankan bahwa Hari Santri merupakan momentum spiritual dan kebangsaan untuk mengenang jasa para pendahulu.

 

“Kita berhutang kepada para santri dan ulama yang telah menorehkan sejarah perjuangan luar biasa. Mereka berjuang dengan doa, ilmu, dan pengorbanan jiwa demi tegaknya kemerdekaan Indonesia,” ujar Yahya.

 

Kepala Kemenag Bitung menegaskan bahwa tantangan santri masa kini berbeda dari masa lalu. Jika dahulu perjuangan bersifat fisik, kini santri dituntut melawan kebodohan, kemiskinan moral, serta ideologi yang mengancam persatuan bangsa. Santri diharapkan menjadi pelopor moderasi beragama dan membawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin untuk membangun peradaban dunia.

 

Ia menambahkan, santri dari Kota Bitung diharapkan menjadi generasi berilmu, berakhlak, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

 

Acara dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sulut sekaligus Ketua Panitia, H. Ayub Ali Albugis; Ketua MUI Provinsi Sulut, KH. Abdul Wahab Abdul Gafur; perwakilan Walikota Bitung, H. Sadat Minabari; unsur Forkopimda; pimpinan pondok pesantren; serta santriwan-santriwati, dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kemajuan umat.

 

Suasana malam itu di GOR Dua Sudara dipenuhi semangat perjuangan dan lantunan doa. Para santri muda tampak antusias, menegaskan bahwa santri saat ini bukan hanya penjaga agama, tetapi juga penerus peradaban bangsa.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *