BeritaDaerah

YSK Dorong Ekosistem K3 Profesional untuk Topang Sulut sebagai Poros Maritim

7
×

YSK Dorong Ekosistem K3 Profesional untuk Topang Sulut sebagai Poros Maritim

Sebarkan artikel ini

suaraintelijen.com.Bitung-Sulut,Komitmen menjadikan Sulawesi Utara sebagai kawasan industri dan maritim yang maju ditegaskan melalui penguatan aspek keselamatan kerja. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), memimpin langsung Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung, Rabu (25/02/2026).

 

Apel yang digelar di simpul penting logistik kawasan timur Indonesia ini menjadi penegasan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak boleh mengabaikan keselamatan pekerja.

 

Kegiatan turut dihadiri para kepala daerah kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, unsur Forkopimda, pimpinan dunia usaha, serta perwakilan pekerja dari berbagai sektor industri dan jasa.

 

Bertindak sebagai inspektur upacara, Gubernur YSK membacakan sambutan resmi Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Dalam sambutan tersebut disebutkan Indonesia saat ini memiliki sekitar 146,54 juta pekerja di berbagai sektor dengan tingkat risiko kerja yang beragam.

 

“Di sinilah aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja menjadi fondasi yang sangat penting,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan YSK.

 

Data nasional tahun 2024 mencatat 319.224 kasus kecelakaan kerja yang terlapor. Angka tersebut, menurut YSK, harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak.

 

“Kecelakaan kerja adalah alarm keras bahwa masih ada celah dalam sistem kita, baik di tingkat korporasi maupun nasional,” tegasnya.

 

Bagi Sulawesi Utara, isu K3 dinilai semakin krusial seiring berkembangnya kawasan ekonomi, aktivitas pelabuhan internasional, serta meningkatnya investasi sektor industri dan maritim.

 

YSK menekankan, penguatan sistem K3 harus berjalan seiring dengan akselerasi pembangunan daerah agar pertumbuhan ekonomi tidak menimbulkan risiko baru bagi tenaga kerja.

 

Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, peringatan Bulan K3 Nasional 2026 diarahkan pada perubahan cara pandang terhadap keselamatan kerja.

 

Menurut YSK, K3 tidak boleh lagi diperlakukan sekadar kewajiban administratif atau pemenuhan regulasi.

 

“K3 adalah nilai. Nilai bahwa setiap pekerja berhak pulang dengan selamat. Produktivitas dan keselamatan harus berjalan beriringan. Dan ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, membangun ekosistem K3 berarti memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan—pemerintah sebagai regulator dan fasilitator, dunia usaha sebagai pelaksana dan inovator, pekerja sebagai subjek utama, serta akademisi dan asosiasi profesi sebagai penjaga standar praktik terbaik. Media juga disebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi publik tentang keselamatan kerja.

 

Dipilihnya Terminal Petikemas Bitung sebagai lokasi apel memiliki makna simbolis. Kawasan ini merupakan salah satu pintu gerbang utama arus barang Sulawesi Utara dengan aktivitas bongkar muat dan operasional alat berat yang tinggi.

 

Dengan memusatkan peringatan di kawasan strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama di titik-titik pertumbuhan ekonomi.

 

Momentum Bulan K3 Nasional 2026 diharapkan menjadi titik tolak penguatan komitmen bersama—tidak hanya menekan angka kecelakaan kerja, tetapi juga membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

 

Di tengah ambisi menjadikan Sulut sebagai poros maritim dan industri di kawasan timur Indonesia, YSK menegaskan satu prinsip utama: pertumbuhan harus berjalan seiring dengan perlindungan pekerja. Karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari investasi dan produksi, tetapi dari seberapa banyak pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat setiap hari.

 

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *