suaraintelijen.com.Minut-Sulut,Kapal nelayan KM KOXINGA tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi akibat cuaca buruk di perairan Desa Lansot, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 08.00 Wita. Meski kapal tenggelam, seluruh awak kapal yang berjumlah 12 orang berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM KOXINGA milik Rafli Antouw dengan identitas GT 6 SWU 4 Nomor 23 berangkat melaut dari Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Kema III sekitar pukul 03.00 Wita menuju lokasi penangkapan ikan sejauh kurang lebih lima mil ke arah selatan.
Setelah beberapa jam melakukan penangkapan, kapal berhasil memperoleh hasil tangkapan sekitar lima ton ikan. Dalam perjalanan kembali menuju pelabuhan, tepatnya di perairan Desa Lansot yang berjarak sekitar dua mil dari TPI Kema III, kapal dihantam gelombang besar dari arah belakang.
Hantaman ombak menyebabkan air laut masuk ke badan kapal hingga mesin mati. Kapal kehilangan kendali dan sempat berputar arah sebelum kembali diterjang gelombang yang lebih besar. Akibatnya, lambung kapal terbalik dan KM KOXINGA akhirnya tenggelam.
Di tengah situasi darurat tersebut, sebuah perahu lampu yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian segera memberikan pertolongan. Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Sekitar pukul 09.00 Wita, KM REVINAY bergerak menuju lokasi tenggelamnya kapal untuk membantu proses evakuasi sekaligus menyelamatkan mesin kapal dan alat tangkap berupa pukat atau jaring yang masih dapat diangkat. Selanjutnya, seluruh korban dibawa ke Pantai Desa Kema III dan dijemput personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polda Sulawesi Utara.
Sebanyak 12 awak kapal yang selamat yakni Rafli Antouw, Abdurahman La Riu, Boby Antow, Darfin Sariang, Haikal Lakoro, Haris Aroh, Mochamad Marzuki Sariang, Muhamad Sudarsono, Arfan Sanang, Mujiyanto, Randy Tawaa, serta kapten kapal.
Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., membenarkan insiden tersebut.
“Benar telah terjadi kecelakaan laut berupa tenggelamnya KM KOXINGA di perairan Kema. Seluruh kapten kapal beserta anak buah kapal berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat,” ujar Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas kepada awak media.
Menurut hasil penyelidikan sementara, tenggelamnya KM KOXINGA diduga disebabkan cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi. Kondisi kapal yang membawa hasil tangkapan sekitar lima ton ikan juga diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi stabilitas kapal saat diterjang ombak.
Dirpolairud Polda Sulut mengingatkan seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut dengan memperhatikan prakiraan cuaca, memastikan kondisi kapal dalam keadaan laik laut, menggunakan alat keselamatan, serta tidak membawa muatan melebihi kapasitas.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi memicu gelombang tinggi di wilayah perairan Sulawesi Utara.
Red












