Berita UtamaBMKGNasional

Gempa M 6,2 Guncang Halmahera Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

128
×

Gempa M 6,2 Guncang Halmahera Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini

suaraintelijen.com.Halbar,Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 6,2 mengguncang wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, Jumat (3/7/2026) pukul 09.31 WIB. Meski guncangan dirasakan hingga sejumlah daerah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

 

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada kedalaman 104 kilometer dengan episenter berada di koordinat 1,93 Lintang Utara dan 127,42 Bujur Timur, atau tepatnya di laut sekitar 56 kilometer barat daya Pulau Doi, Halmahera Barat.

 

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menjelaskan hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

 

“Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami dan hingga pukul 09.50 WIB belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

 

Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan gempa dirasakan dengan intensitas III-IV MMI di Halmahera Utara. Pada skala tersebut, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, bahkan sebagian orang di luar rumah.

 

Sementara itu, di Ternate, Tidore, Sanana, dan Morotai, gempa dirasakan pada skala III MMI, yakni getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk besar yang melintas.

 

Sedangkan di Manado, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango, gempa dirasakan pada skala II-III MMI.

 

BMKG menjelaskan, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa dipicu oleh pergerakan sesar geser naik (oblique thrust fault).

 

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat guncangan gempa.

 

BMKG mengingatkan agar masyarakat hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, seperti situs resmi BMKG, media sosial @infoBMKG, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *