Berita UtamaBMKGNasional

Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Sulut dan Sejumlah Daerah Indonesia Timur

152
×

Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Sulut dan Sejumlah Daerah Indonesia Timur

Sebarkan artikel ini

suaraintelijen.com.Jakarta,Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026) pagi pukul 06.37 WIB. Guncangan kuat tersebut memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur.

 

BMKG menyebutkan episenter gempa berada pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur atau tepatnya berada di laut sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara dengan kedalaman 47 kilometer.

 

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng.

 

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng,” jelasnya.

 

Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa diketahui memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault yang menyebabkan gempa memiliki potensi memicu tsunami.

 

Getaran gempa dilaporkan dirasakan cukup luas di wilayah Indonesia Timur. Kota Morotai dan Halmahera Utara merasakan guncangan dengan intensitas IV MMI. Sementara Kabupaten Gorontalo Utara merasakan intensitas III hingga IV MMI.

 

Selain itu, getaran juga dirasakan di Batang Dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Bolaang Mongondow Timur, serta Halmahera Tengah dengan intensitas III MMI.

 

BMKG menyatakan hasil pemodelan tsunami menunjukkan sejumlah wilayah masuk kategori SIAGA, yakni Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Toli-Toli, Donggala, Kota Palu, Kota Ternate, hingga Kota Bitung.

 

Sedangkan wilayah yang masuk kategori WASPADA meliputi Kota Tidore, Halmahera Utara, Bulungan, Nunukan, Kota Tarakan, Kutai Timur, Kota Bontang, Berau dan beberapa wilayah lainnya.

 

BMKG meminta masyarakat di wilayah SIAGA segera menjauhi kawasan pantai dan bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi. Sedangkan masyarakat di wilayah WASPADA diminta menghentikan aktivitas di sepanjang pantai maupun tepian sungai.

 

Hingga pukul 07.11 WIB, BMKG mencatat telah terjadi dua kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai M6,7 dan M5,9.

 

Sampai saat ini belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa tersebut. BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG untuk menghindari hoaks maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *