BeritaNasional

Anak Kuli Bangunan Raih Predikat Ati Trengginas Akpol, Inspirasi Kesempatan Setara bagi Anak Bangsa

84
×

Anak Kuli Bangunan Raih Predikat Ati Trengginas Akpol, Inspirasi Kesempatan Setara bagi Anak Bangsa

Sebarkan artikel ini

suaraintelijen.com.Semarang,Di balik kemeriahan Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58/Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita, terselip kisah inspiratif yang membuktikan bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.

Adalah Adnan Kasweri, putra seorang kuli bangunan asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih predikat Ati Trengginas, penghargaan bagi taruna dengan ketangguhan fisik dan mental terbaik. Adnan mencatatkan nilai jasmani dan kesehatan kelulusan sebesar 93,64, menjadikannya salah satu lulusan terbaik Akpol tahun 2026.

 

Penghargaan tersebut diumumkan dalam Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akpol yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian, Semarang, Jumat (10/7/2026).

 

Perjalanan Adnan menuju Akademi Kepolisian dimulai dari proses seleksi pada tahun 2023 yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari panitia daerah di Polda Kepulauan Bangka Belitung hingga panitia pusat yang diselenggarakan SSDM Polri. Seluruh tahapan berhasil dilaluinya berkat kerja keras, disiplin, serta tekad yang kuat untuk mengabdi sebagai anggota Polri.

Di balik keberhasilannya, terdapat perjuangan sang ayah, Sudaryo, yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan. Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, Sudaryo tidak pernah berhenti memberikan dukungan dan doa bagi putranya.

 

Sudaryo mengaku mengikuti seluruh proses seleksi penerimaan Akpol dan meyakini bahwa rekrutmen Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

 

“Saya mengikuti proses anak saya dari awal sampai akhir. Walaupun dengan segala keterbatasan, saya yakin proses rekrutmen ini benar-benar asli dan murni. Itulah yang saya rasakan,” ungkap Sudaryo.

 

Adnan juga mengisahkan bahwa dirinya sempat merasa minder karena profesi orang tuanya sebagai buruh harian. Namun, semangat yang diberikan para pimpinan Polri saat proses seleksi mengubah rasa minder tersebut menjadi motivasi untuk membuktikan kemampuannya.

 

Saat itu, Komjen Pol. Syahardiantono yang menjabat Kadiv Propam Polri bersama Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo yang menjabat Asisten SDM Kapolri memberikan dorongan agar dirinya tidak pernah merasa rendah diri karena latar belakang keluarga.

 

“Saya sempat minder karena orang tua saya buruh harian. Tapi saya diberi semangat agar tidak minder dan diminta menunjukkan kemampuan yang saya miliki. Saya hobi bermain bola voli, dan saat itu saya menunjukkan kemampuan saya,” tutur Adnan.

 

Dukungan tersebut menjadi titik balik yang memperkuat kepercayaan dirinya hingga mampu menyelesaikan pendidikan dengan prestasi membanggakan dan meraih predikat Ati Trengginas.

Kisah Adnan menjadi bukti nyata bahwa Polri membuka kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa. Melalui sistem rekrutmen yang mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), setiap peserta memiliki peluang yang setara untuk menjadi anggota Polri berdasarkan kemampuan, integritas, dan prestasi, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.

 

Prestasi Adnan diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang meraih cita-cita, karena kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan siapa pun menuju kesuksesan.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *