BeritaDaerah

Bupati Oskar Manoppo Resmi Akhiri Gelaran JCF Boltim 2026

124
×

Bupati Oskar Manoppo Resmi Akhiri Gelaran JCF Boltim 2026

Sebarkan artikel ini

suaraintelijen.com.Boltim,Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Oskar Manoppo resmi mengakhiri rangkaian kegiatan Java Culture Fest (JCF) Boltim 2026 yang digelar di Lapangan Arjuna Purworejo, Sabtu (16/05/2026).

 

Penutupan festival budaya tahunan tersebut berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan. Bupati hadir bersama Wakil Bupati Argo V. Sumaiku dan disambut melalui Kirab Akbar serta prosesi adat sebelum memasuki arena kegiatan.

 

Turut hadir Ketua TP-PKK Boltim Ny. Rosita Manoppo Pobela SE MSi, Staf Ahli I TP-PKK Boltim Ny. Lucia K. Mokoginta Amd Kep, Sekretaris Daerah Boltim bersama Ketua DWP, unsur Forkopimda, para camat, sangadi, serta perwakilan Pemerintah Kota Kotamobagu.

 

Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia pelaksana, sponsor, komunitas seni budaya, pelaku UMKM, dan masyarakat yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan JCF Boltim 2026.

 

Menurutnya, Java Culture Fest bukan sekadar ajang hiburan dan pelestarian budaya Jawa, tetapi juga menjadi simbol persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku dan tradisi yang hidup di Bolaang Mongondow Timur.

 

“Perbedaan suku, budaya, dan tradisi bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan, melainkan kekuatan besar untuk membangun daerah yang damai, harmonis, dan maju bersama,” ujar Bupati.

 

Bupati juga menjelaskan filosofi tema JCF tahun ini yakni “Gangsal Angsal”. Kata “Gangsal” melambangkan angka lima yang memiliki makna keseimbangan dan kebajikan dalam filosofi Jawa, sementara “Angsal” berarti memperoleh hasil dari usaha, doa, dan perjuangan.

 

Tema tersebut diwujudkan melalui lima semangat utama JCF 2026, yakni Angsal Berkah, Angsal Kawruh, Angsal Rejeki, Angsal Seneng, dan Angsal Paseduluran.

 

Selain memperkuat nilai budaya dan persaudaraan, Bupati menilai festival yang berlangsung selama enam hari itu juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, ekonomi kreatif, hingga pariwisata daerah.

 

“Nilai luhur kebersamaan ini sangat selaras dengan falsafah hidup masyarakat Bolaang Mongondow Timur, yakni Mototompia’an, Mototabia’an, bo Mototanoban,” tambahnya.

 

Menjelang penutupan acara, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong demi kemajuan daerah.

 

Suasana penutupan semakin hangat saat Bupati menyampaikan pantun Jawa-Indonesia yang langsung disambut antusias masyarakat.

 

“Mangan pecel dipinggir dalan, estehnya diminum pelan-pelan. Terima kasih sedulur semua yang sudah hadir dan bertahan. JCF pamit, sampai ketemu tahun depan,” ucapnya.

 

Sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan, Bupati dan Wakil Bupati melakukan pemotongan tumpeng bersama jajaran TP-PKK dan pemerintah daerah.

 

Usai prosesi tersebut, Bupati dan Wakil Bupati turut menghibur masyarakat dengan menyanyikan sejumlah lagu Jawa diiringi musik dangdut. Keduanya juga mengunjungi stand desa dan mencicipi berbagai kuliner khas Jawa yang dipamerkan selama festival berlangsung.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *