BeritaNasionalPemerintahan

Prabowo: Program MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, tetapi Investasi Masa Depan Bangsa

74
×

Prabowo: Program MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, tetapi Investasi Masa Depan Bangsa

Sebarkan artikel ini

suaraintelijen.com.Jabar,Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi hingga ke pedesaan.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (03/06/2026).

 

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan program MBG lahir dari realitas masih banyak anak Indonesia yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan maupun asupan makanan bergizi yang memadai.

 

“Konsep Makan Bergizi Gratis sebenarnya sederhana, karena kenyataannya masih ada anak-anak kita yang pergi ke sekolah tanpa makan pagi, bahkan jarang mendapatkan makanan bergizi di rumah,” kata Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa persoalan kekurangan gizi masih ditemukan di sejumlah daerah dengan angka yang cukup tinggi. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memicu stunting yang berdampak langsung terhadap perkembangan otak, otot, hingga kemampuan anak untuk berkembang secara optimal.

 

“Kekurangan gizi menyebabkan pertumbuhan tidak maksimal, kemampuan belajar menurun, bahkan bisa mempengaruhi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

 

Kepala Negara menilai persoalan gizi tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga mempengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang.

 

Karena itu, Presiden menegaskan bahwa keberadaan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Program MBG menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi pembangunan manusia Indonesia.

 

Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Presiden juga menyoroti dampak ekonomi yang akan muncul melalui pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keberadaan dapur-dapur MBG akan membuka peluang besar bagi petani, nelayan, hingga pelaku usaha lokal.

 

“Jika program ini berjalan baik, ekonomi desa akan hidup, hasil produksi petani terserap, dan masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung,” tutur Presiden.

 

Presiden optimistis ketika program berjalan penuh, MBG akan menjangkau sekitar 83 hingga 85 juta penerima manfaat melalui sekitar 30 ribu dapur yang beroperasi di seluruh Indonesia.

 

Ia juga memperkirakan program tersebut mampu menciptakan sekitar tiga juta lapangan pekerjaan, baik formal maupun dari aktivitas ekonomi yang tumbuh di wilayah pedesaan.

 

“Uang yang beredar di desa akan sangat besar. Saya yakin program ini akan berhasil dan memberikan manfaat besar bagi bangsa,” tandas Presiden.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *