BeritaDaerah

Sintia Bojoh Daftar Calon Ketua PWI Sulut, Siap Dorong Perubahan Organisasi

144
×

Sintia Bojoh Daftar Calon Ketua PWI Sulut, Siap Dorong Perubahan Organisasi

Sebarkan artikel ini

suaraintelijen.com.Manado-Sulut,Wartawati televisi nasional, Sintya Nidya Christin Bojoh, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara periode 2026–2031. Pendaftaran dilakukan di Kantor PWI Sulut, Jalan Sudirman, Manado, Kamis (19/3/2026).

 

Langkah Sintia mencuri perhatian karena ia menjadi perempuan pertama yang ikut dalam kontestasi pemilihan Ketua PWI di tingkat provinsi Sulawesi Utara. Kehadirannya sekitar pukul 14.00 WITA didampingi puluhan pendukung.

 

Dengan mengenakan busana adat Kabasaran, Sintia tampil penuh percaya diri. Busana tersebut melambangkan keberanian dan keteguhan, sejalan dengan semangatnya membawa perubahan dalam tubuh organisasi.

 

Dalam keterangannya, Sintia menyatakan siap bersaing dengan kandidat lain dan berkomitmen memperjuangkan hak serta kesejahteraan anggota PWI.

 

“Jika dipercaya memimpin, saya akan fokus pada pembenahan organisasi, memperjuangkan hak anggota, serta menjaga marwah PWI sebagai organisasi profesi yang independen,” ujarnya.

 

Ketua Steering Committee (SC) PWI Sulut, Jemmy Senduk, membenarkan pendaftaran tersebut dan mengapresiasi kehadiran kandidat perempuan dalam bursa pemilihan.

 

“Ini menjadi hal yang positif dan membanggakan. Kehadiran perempuan memberikan warna baru dalam dinamika organisasi,” katanya.

 

Dalam bursa calon, Sintia tercatat sebagai salah satu pendaftar bersama sejumlah nama lain seperti John W. Paransi, Raymon Wowor, Faruk Langaru, dan Merson Simbolon.

 

Panitia menyebutkan, pendaftaran calon Ketua PWI Sulut masih dibuka hingga Kamis (19/3/2026) pukul 00.00 WITA.

 

Dengan latar belakang pengalaman di berbagai media, seperti TV5 Dimensi, Kompas TV, dan SCTV, Sintia dinilai memiliki bekal yang cukup untuk memimpin organisasi ke depan.

 

Pemilihan Ketua PWI Sulut kali ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan—menuju perubahan yang lebih inklusif dan profesional.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *