BeritaDaerah

Gagalkan Keberangkatan ke Myanmar, Polresta Manado Selamatkan Pemuda dari Dugaan Rekrutmen Sindikat Scammer

113
×

Gagalkan Keberangkatan ke Myanmar, Polresta Manado Selamatkan Pemuda dari Dugaan Rekrutmen Sindikat Scammer

Sebarkan artikel ini

suaraintelijen.com.Manado,Upaya pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan kejahatan transnasional kembali ditunjukkan jajaran Polresta Manado. Seorang pemuda berinisial HM (23) berhasil dicegah keberangkatannya ke Myanmar karena diduga akan direkrut oleh jaringan penipuan online internasional atau scammer.

 

Pemuda tersebut diamankan saat berada di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Selasa (2/6/2026), setelah personel Polsek Kawasan Bandara menerima informasi mengenai adanya calon penumpang yang diduga akan melakukan perjalanan ke luar negeri secara nonprosedural.

 

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendalaman, petugas menemukan sejumlah indikasi yang mengarah pada dugaan perekrutan untuk bekerja di jaringan scammer yang beroperasi di Myanmar.

 

Dari hasil pemeriksaan, HM diketahui akan melakukan perjalanan dari Manado menuju Jakarta, kemudian melanjutkan penerbangan ke Medan sebelum diberangkatkan ke Myanmar.

 

Kepada petugas, HM mengaku direkrut oleh seseorang berinisial KB yang berada di Myanmar dengan tawaran pekerjaan bergaji tinggi. Seluruh biaya perjalanan disebut ditanggung oleh pihak perekrut.

 

Namun, saat dilakukan pemeriksaan dokumen, HM diketahui tidak memiliki dokumen resmi ketenagakerjaan yang menjadi syarat untuk bekerja di luar negeri.

 

Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono, mengatakan langkah cepat tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat dari ancaman perdagangan orang dan eksploitasi tenaga kerja.

 

“Langkah pencegahan ini dilakukan sebagai upaya melindungi warga negara Indonesia dari potensi tindak pidana perdagangan orang, eksploitasi tenaga kerja, maupun keterlibatan dalam aktivitas kejahatan transnasional,” kata Agus.

 

Dalam pemeriksaan lanjutan, HM juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah bekerja secara nonprosedural di Vietnam pada tahun 2024 selama kurang lebih satu tahun sebagai admin perusahaan penipuan online.

 

Meski memiliki pengalaman tersebut, HM mengaku kembali menerima tawaran serupa karena tergiur penghasilan yang lebih besar.

 

Untuk menggagalkan keberangkatan itu, Polresta Manado berkoordinasi dengan pihak maskapai penerbangan, BP3MI Sulawesi Utara, serta Yayasan Kasih Yang Utama (YKYU) Sulawesi Utara.

 

Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan luar negeri yang menjanjikan penghasilan besar tanpa prosedur resmi.

 

“Pastikan seluruh proses keberangkatan dan penempatan tenaga kerja dilakukan melalui jalur yang sah agar terhindar dari risiko perdagangan orang, eksploitasi, maupun keterlibatan dalam aktivitas kriminal,” tegasnya.

 

Saat ini, Polresta Manado bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi jaringan perekrut yang diduga beroperasi dari luar negeri sekaligus mencegah munculnya korban baru.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *