BeritaInternasionalTNI

KRI Bima Suci Tinggalkan Busan, Lanjutkan Misi Diplomasi dan Persahabatan ke Rusia

120
×

KRI Bima Suci Tinggalkan Busan, Lanjutkan Misi Diplomasi dan Persahabatan ke Rusia

Sebarkan artikel ini

suaraintelijen.com.Korea Selatan,KRI Bima Suci melanjutkan pelayaran menuju Vladivostok, Rusia, sebagai etape berikutnya dalam Operasi Pelayaran Satuan Tugas Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktik Kartika Jala Krida (KJK) Tahun 2026. Setelah tiga hari bersandar di Busan Naval Base, Korea Selatan, kapal latih tiang tinggi kebanggaan TNI Angkatan Laut itu kembali mengarungi lautan membawa misi diplomasi, persahabatan, dan promosi budaya Indonesia,Sabtu (6/6/2026).

Selama singgah di Busan, KRI Bima Suci bersama Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73 melaksanakan berbagai kegiatan diplomasi dan budaya yang mendapat perhatian masyarakat setempat. Di antaranya kegiatan Deck Reception serta penampilan GS Gita Jala Taruna di pusat Kota Busan yang menjadi ajang memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan.

 

Keberangkatan kapal dipimpin langsung oleh Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto. Dengan diiringi lantunan lagu dari GS Gita Jala Taruna, kapal layar latih tersebut perlahan meninggalkan Busan Naval Base menuju Rusia.

Suasana pelepasan semakin semarak dengan pelaksanaan Peran Parade Roll oleh Taruna AAL Angkatan ke-73, tradisi khas dalam pelayaran Kartika Jala Krida yang menjadi simbol semangat dan kebanggaan para taruna dalam menjalankan misi pelayaran internasional.

 

Turut hadir dalam acara pelepasan Asthan Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Mayor Marinir Muhammad Fakhrul, serta perwakilan Angkatan Laut Korea Selatan (ROK Navy) yang memberikan penghormatan dan dukungan atas keberlanjutan misi diplomasi maritim Indonesia tersebut.

Pelayaran KRI Bima Suci ke Vladivostok menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Laut memperkuat hubungan internasional melalui diplomasi maritim. Selain sebagai wahana pendidikan dan pelatihan bagi taruna AAL, keberadaan KRI Bima Suci di berbagai negara sahabat juga menjadi sarana memperkenalkan budaya Indonesia dan mempererat kerja sama antarbangsa.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *