BeritaNasional

Wapres Gibran Dorong Petani Rumput Laut Rote Ndao Naik Kelas Lewat Modernisasi dan Hilirisasi

143
×

Wapres Gibran Dorong Petani Rumput Laut Rote Ndao Naik Kelas Lewat Modernisasi dan Hilirisasi

Sebarkan artikel ini

suaraintelijen.com.NTT,Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya modernisasi dan hilirisasi industri rumput laut saat berdialog bersama petani budidaya rumput laut di Pantai Mulut Seribu, Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/05/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung potensi budidaya rumput laut dan mendengar aspirasi para petani terkait kebutuhan pengembangan sektor perikanan pesisir di wilayah tersebut.

 

Dalam dialog bersama sekitar 300 petani rumput laut, Wapres menilai potensi rumput laut di Rote Ndao sangat besar dan memiliki kualitas unggul. Namun, menurutnya, potensi tersebut belum dimaksimalkan karena proses produksi masih dilakukan secara tradisional.

 

“Hari ini kami khusus ke Rote untuk meninjau pabrik garam dan juga rumput laut. Kita lihat tadi sebenarnya potensinya luar biasa, tapi belum benar-benar dimaksimalkan,” ujar Wapres.

 

Para petani menyampaikan sejumlah kebutuhan penting guna menunjang produktivitas mereka, di antaranya tali nilon ukuran 8 mm dan 2 mm, bibit rumput laut, sampan fiber, hingga mesin ketinting 0,5 GT.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wapres menilai para petani membutuhkan dukungan sarana produksi yang lebih modern agar hasil budidaya dapat meningkat sekaligus memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

 

“Saya lihat tadi memang alat-alat yang digunakan masih sangat tradisional sekali. Jadi ini mungkin ke depan butuh alat-alat pengering, gudang, dan juga mungkin perlu dibutuhkan juga pabrik packaging di sini,” katanya.

 

Wapres juga menekankan bahwa Indonesia sebagai salah satu produsen dan eksportir rumput laut terbesar di dunia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah. Menurutnya, hilirisasi harus dilakukan agar produk rumput laut dapat diolah langsung di daerah dan memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

 

“Kalau kita sekarang sudah salah satu produsen dan eksportir rumput laut terbesar di dunia, tapi kita nggak boleh ngirim barang mentah terus. Jadi harus bisa diolah di sini Pak. Jadi ada hilirisasi rumput laut,” tegasnya.

 

Selain hilirisasi, Wapres menyoroti pentingnya modernisasi di seluruh rantai produksi, mulai dari penggunaan bibit unggul, perbaikan alat produksi dan armada sampan, hingga penyediaan fasilitas pascapanen seperti pengeringan, gudang, sortir, dan pengemasan.

 

Menurutnya, jika modernisasi diterapkan secara menyeluruh, produktivitas dan kesejahteraan petani rumput laut di Rote Ndao akan meningkat signifikan.

 

Dalam kesempatan tersebut, kelompok ibu-ibu petani rumput laut juga meminta dukungan bantuan modal usaha berupa tali, bibit, dan sampan untuk memperkuat usaha budidaya mereka.

 

Wapres pun meminta pemerintah daerah melakukan pendataan secara rinci agar bantuan dari pemerintah pusat nantinya dapat disalurkan tepat sasaran dan merata kepada seluruh petani.

 

Turut mendampingi Wapres dalam kunjungan tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dedelusy Dethan, serta Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao Jems Riwu.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *